Penyakit Yang Perlu Diwaspadai Saat Beribadah Haji

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan kesiapan ilmu agama, materi, dan juga kesiapan fisik maupun mental. Kondisi tubuh yang prima akan sangat mendukung kelancaran jalannya rangkaian ibadah haji. Apalagi, medan yang akan dilalui para jamaah haji tergolong sulit karena perbedaan cuaca yang mencolok serta harus berdesak-desakan dengan banyaknya manusia. Tak berlebihan kiranya jika para jama’ah haji dihimbau untuk mempersiapkan kondisi tubuhnya supaya tidak mudah sakit, terutama ketika sedang terjadi wabah penyakit menular.
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai beberapa penyakit yang biasanya muncul ketika musim haji dan perlu diwaspadai oleh para calon jama’ah haji. Dengan mengenali penyakit-penyakit tersebut, diharapkan para calon jama’ah haji bisa melakukan usaha preventif (pencegahan), sekaligus mengetahui cara-cara untuk menanggulanginya jika sampai tertular.
INFLUENZA
Virus Influenza menyerang hidung dan tenggorokan, sakit kepala, dan demam. Kemudian diikuti keluarnya cairan atau lendir dari hidung serta kadang juga disertai dengan batuk dan rasa pegal atau ngilu pada persendian. Penyakit ini ditularkan secara langsung lewat kandungan virus di udara ketika seseorang bersin, batuk, bercakap-cakap, atau lewat air liur.
Influenza disebabkan oleh virus dan bisa sembuh sendiri asalkan daya tahan tubuh baik. Namun jika gejalanya sangat mengganggu, jama’ah haji bisa mengatasi influenza dengan obat-obat yang sesuai gejala seperti obat batuk, obat pilek, obat sakit kepala, dan lain-lain. Apabila gejalanya tidak kunjung mereda, hendaknya jama’ah haji segera memeriksakan diri pada dokter yang bertugas di kloternya masing-masing. Untuk mencegah terjadinya influenza, bisa dilakukan usaha sebagai berikut:
- Makan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup
- Perbanyak sayur dan buah. Jika perlu boleh ditambah dengan supplemen seperti madu, habbatussauda, dll.
- Banyak konsumsi cairan seperti air putih, air zam-zam,susu, dan lain-lain. Usahakan dalam keadaan hangat (tidak dingin).
- Kenakan pakaian yang tebal dan hangat ketika suhu udara sangat dingin.
- Cukup istirahat. Jangan membuang-buang waktu dan tenaga untuk sekedar berjalan-jalan, berbelanja dll.
- Jika perlu gunakan masker wajah yang menutup lubang hidung dan mulut, terutama ketika sedang terjadi wabah penyakit yang penularannya lewat udara.
D I A R E
Diare (mencret) ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (lebih dari 3 kali dalam sehari) dengan kepadatan tinja yang lebih lunak (encer) dari biasanya. Diare ditularkan lewat lalat lewat makanan atau minuman yang tidak terjaga kebersihannya dan mengandung kuman. Makanan basi juga dapat menyebabkan diare karena kemungkinan sudah mengandung kuman penyebab penyakit diare. Jika jama’ah haji mengalami diare, hendaknya segera saja mengambil tindakan dengan banyak minum cairan, supaya tidak terjadi dehidrasi (kekurangan cairan). Jika diare tidak membaik dan kondisi tubuh makin lemas, sebaiknya periksa ke dokter di masing-masing kloter supaya mendapatkan penanganan segera. Jangan mengonsumsi obat diare sembarangan tanpa petunjuk dokter. Penggunaan obat yang sebenarnya tidak perlu justru menyebabkan keterlambatan penanganan penderita diare, karena cairanlah yang paling dibutuhkan untuk mengganti cairan tubuh yang keluar ketika buang air. Apalagi , kebanyakan kasus diare disebabkan oleh virus yang tidak membutuhkan antibiotik.
Beberapa usahayang bisa dilakukan para jama’ah haji untuk mencegah terjadinya diare, antara lain:
- Cuci tangan menggunakan sabun setiap akan makan dan setelah buang air besar.
- Pilih makanan yang bersih dan dikemas dengan baik (rapat, disegel) dan perhatikan tanggal kadaluarsanya.
- Apabila ingin membeli makanan di rumah makan, pilihlah yang terpercaya kebersihannya.
- Jika hendak menyantap makanan yang disediakan oleh katering, perhatikan kondisi makanan, apakah masih baik, berlendir, bau, atau basi.
- Pilihlah jamban atau WC (toilet) yang bersih. Jika perlu, bawa tissu dan air bersih sendiri.

MENINGITIS MENINGOKOKUS

Meningitis atau radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitis, ditandai dengan gejala panas tinggi yang mendadak, nyeri kepala, kaku kuduk, mual, muntah, kejang, kulit kemerahan, kesadaran menurun hingga tidak sadarkan diri. Meningitis merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena akibat yang muncul bisa sangat fatal, yaitu sampai menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Penyakit ini ditularkan dari penderita ke orang lain secara langsung lewat percikan cairan hidung dan tenggorokan ketika bersin, berbicara dan batuk. Oleh karena itu, jama’ah haji hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter yang bertugas di kloternya jika menemui gejala-gejala tersebut. Selain itu, jama’ah haji hendaknya berusaha mencegah dan menjaga diri supaya tidak tertular meningitis dengan cara-cara sebagai berikut:
- Selalu gunakan masker, terutama ketika sedang terjadi wabah atau berada di tempat yang penuh dan berdesak-desakan.
- Hindari melakukan aktifitas yang tidak perlu dan berada di tempat keramaian kecuali memanghendak melakukan rangkaian ibadah.
- Makan makanan bergizi, minum dalam jumlah yang mencukupi, dan cukup istirahat supaya kondisi tubuh selalu dalam kondisi prima.

S A R S
Penyakit saluran nafas akut berat atau SARS merupakan penyakit sangat akut dan berat yang menyerang paru-paru manusia. Gejalanya berupa panas tinggi , batuk berdahak, nafas pendek, sesak nafas, sakit kepala, kaku otot, lemah, bahkan sampai gangguan kesadaran.SARS disebabkan virus corona yang sangat menular dan bisa menyebabkan kematian. Penularannya secara langsung lewat percikan bersin atau batuk seseorang yang terinfeksi. Usha-usaha untuk mencegah terjadinya penularan SARS sebagai berikut:
- Gunakan masker ketika berada di tempat umum.
- Sering cuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah menggunakan fasilitas umum.
- Sebelum memastikan bahwa tangan dalam keadaan bersih, sebaiknya jangan memegang mulut, mata dan hidung.
- Segera periksa ke dokter ketika baru muncul gejala yang mirip influenza dan segera tinggkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen, karena penyakit SARS bisa menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI
Setiap jama’ah haji hendaknya senantiasa menjaga kesehatan dan mencegah supaya tidak tertular penyakit. Kiranya tepat sekali semboyan yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu, alangkah lebih baik jika sebelum berangkat, para jama’ah haji sudah mengetahui ilmu dan pengetahuan mengenai beberapa penyakit yang banyak terjadi ketika beribadah haji berikut cara pencegahannya. Demikian penjelasan yang berkaitan dengan kesehatan saat beribadah haji, semoga bermanfaat. Dan bagi jama’ah haji , semoga bisa menunaikan ibadah dengan sebaik-baiknya dalam kondisi sehat dan menjadi haji mabrur.
(Dinukil dari Majalah As-Sunnah , edisi 06/thn. XIV, Dzulqa’dah 1431 H, Oktober 2010 M , oleh dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s