Berobat Dalam Islam

Allah menghendaki sehat dan sakit bukan karena kezaliman-Nya., melainkan karena kebijaksanaan-Nya. Alloh memerintah hamba-Nya berusaha menjalani sebab-sebab yang mengantarkan kepada setiap kebaikan, dan itu merupakan kesempurnaan tawakal seorang hamba.
Allah menimpakan rasa sakit yang berbeda-beda, dan tidak ada yang dapat menyembuhkannya kecuali Alloh semata.
Hukum Berobat
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berobat.
1. Pendapat pertama mengatakan bahwa berobat hukumnya wajib, dengan alasan adanya perintah Rasulullah SAW untuk berobat dan asal hukum perintah adalah wajib. Ini adalah salah satu pendapat madzab Malikiyyah, madzab Syafi’iyyah, dan madzhab Hanabilah .
2. Pendapat kedua mengatakan sunnah/mustahab, karena peritah Nabi SAW untuk berobat dan dibawa kepada hukum sunnah karena ada hadits yang lain Rasulullah SAW memerintahkan bersabar. Ini adalah madzab Syafiiyyah.
3. Pendapat ketiga mengatakan mubah/boleh secara mutlak , karena terdapat keterangan dalil-dali8l yang sebagiannya menunjukkan perintah dan sebagian lagi boleh memilih (ini adalah Hannafiayyah dan salah satu pendapat madzab Malikiyyah).
4. Pendapat keempat mengatakan makruh. Alasannya, para sahabat bersabar dengan sakitnya. (HR. Bukhari: 5652) Al Imam Qurthubi RHA mengatakan bahwa ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud RA, Abu Darda RA dan sebagian para tabi’in. (Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an:10/138)
5. Pendapat keenam mengatakan lebih baik ditinggalkan bagi yang kuat tawakalnya dan lebih baik berobat bagi yang lemah tawakalnya. Perintah ini dari kalangan madzab Syafi’iyyah.

Kesimpulan dari berbagai macam pendapat di atas. Sesungguhnya terdapat berbagai macam dalil dan keterangan yang berbeda-beda tentang berobat. Oleh karena itu, sebenarnya pendapat pendapat di atas tidaklah bertentangan. Berobat hukumnya berbeda-beda menurut perbedaan kondisi. Ada yang haram,makruh,mubah,sunnah, bahkan ada yang wajib.
Islam memerintahkan umatnya berobat
Berobat pada dasarnya dianjurkan dalam agam Islam, sebab berobat termasuk upaya memelihara jiwa dan raga, dan ini termasuk salah satu tujuan syariat Islam ditegakkan, terdapat banyak hadits dalam hal ini, di antaranya:
“Sesungguhnya Alloh menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia jadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian, tetapi jangan berobat dengan yang haram”. (HR. Abu Dawud:3874, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohoh wa Dha’if al-Jami:2643).
Dari Usamah bin Syarik berkata: “Ada seorang Arab Badui berkata kepada Nabi SAW :
‘Wahai Rasulullah, apakah kita berobat?’ Nabi SAW bersabda, “Berobatlah,karena sesungguhnya Alloh tidak menurunkan penyakit kecuali pasti menurunkan obatnya, kecuali satu penyakit (yang tidak ada obatnya) ‘Mereka bertanya,’Apa itu?’ Nabi SAW bersabda, “Penyakit tua” (HR. At-Tirmidzi: 2038, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Sunan Ibnu Majah:3436).
Dinukil dari Majalah Al-Furqon edisi 08 tahun ke-10, Feb 2011 oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s